Special Class with Mardi Wu, CEO Nutrifood Indonesia

Semangat Akber Pekanbaru untuk terus mengadakan kelas-kelas Akber sepertinya tidak akan pernah ada habisnya. Hal ini terbukti di tanggal 18 Januari 2014 kemarin, Akber Pekanbaru kembali mengadakan kelas ketujuh. Kelas kali ini bisa dibilang adalah salah satu kelas yang sangat spesial. Bagaimana tidak, pembicaranya adalah CEO salah satu perusahaan besar di Indonesia yang pernah mendapatkan penghargaan sebagai CEO terbaik versi majalah SWA. Tempat dan waktu pelaksanaannya pun sangat berbeda dari kelas-kelas biasanya. Jika biasanya kelas Akber dilaksanakan di Pustaka Wilayah Soeman H.S, maka kali ini L’Cheese Factory – salah satu toko cheesecake terkenal di Pekanbaru – yang dipilih untuk menampung hampir 50 orang peserta kelas ketujuh Akademi Berbagi Pekanbaru. Pelaksanaan kelas di malam minggu pun ternyata tidak menyurutkan semangat para peserta dan relawan untuk hadir malam itu. Lagipula, kapan lagi bisa menghabiskan malam minggu sambil mendapatkan ilmu dan teman-teman baru? 😉

1011846_10202921594312021_179262824_nSo, siapakah pemateri kelas ketujuh Akber Pekanbaru ini? Beliau adalah bapak Mardi Wu, CEO dari PT Nutrifood Indonesia. Beliau mengawali karir di Nutrifood sebagai seorang R&D Manager sejak tahun 1995. Pada tahun 2009, beliau mendapat kepercayaan untuk menjabat sebagai President Director hingga saat ini. Pernah mendapatkan penghargaan sebagai The Most Promising Young Marketers dari majalah SWA di tahun 2003 dan di tahun 2010 beliau mendapatkan penghargaan sebagai The Top 22 Best CEO dari majalah yang sama.

Siapa sangka kalo salah satu CEO terbaik di Indonesia ini lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Bagansiapi-api, Provinsi Riau? Tentunya menjadi kebanggaan bagi Riau ya punya putra daerah yang bisa mencapai kesuksesan seperti bapak Mardi Wu ini. 🙂

Well, di kelas ketujuh kemarin, pak Mardi Wu berbagi ilmu dan pengetahuannya tentang Social Entrepreneurship. Apakah yang dimaksud dengan Social Entrepreneurship tersebut? Sebelum masuk ke definisi tentang Social Entrepreneurship, mari kita lihat dulu apa definisi dari Entrepreneurship itu sendiri.

Entrepreneurship atau dalam bahasa indonesia dikenal sebagai wirausaha adalah sebuah kemampuan melihat peluang dalam sebuah kekacauan. See the opportunities when others see the chaos. Akan tetapi, seseorang yang memiliki jiwa wirausaha tidak hanya sekedar mampu melihat peluang saja, mereka juga tau bagaimana mengubah peluang tersebut hingga akhirnya bernilai ekonomis. Di era social media yang sedang booming sekarang ini, tentunya lebih memudahkan kita dalam mencari peluang untuk berbisnis. Asalkan kita bisa dengan jeli memperhatikan situasi. Benar, tidak? 😉

1Nah, Social Entrepreneurship sendiri maksudnya disini adalah berwirausaha yang mendatangkan kontribusi dalam pemecahan masalah sosial. Salah satu contohnya adalah program UKM yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan besar di dunia. Dalam social entrepreneurship ini, keuntungan (profit) tidak menjadi goal yang utama. Akan tetapi, adanya keinginan untuk berkontribusi dalam penyelesaian social issues, itulah yang menjadi tujuan utamanya. Dan ternyata, social entrepreneurship ini memiliki dampak yang sangat besar loh, antara lain membukanya peluang kerja, pertumbuhan ekonomi, dan kontribusi terhadap solusi permasalahan sosial.

Permasalahan yang terjadi saat ini terlalu besar rasanya jika hanya mengharapkan penyelesaian dari pemerintah saja. Untuk itulah program social entrepreneurship ini hadir di banyak perusahaan. Namun ternyata tidak semua perusahaan dapat membuat program seperti ini, terutama jika perusahaan tersebut sedari awal tidak ‘open’ terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di kalangan masyarakat. Bapak Mardi Wu menjelaskan bahwa ada satu negara yang walaupun pemerintahannya sempat mati selama lebih dari 1 tahun lamanya, tapi negara tersebut tetap berkembang dan pertumbuhan ekonomi juga sangat baik di sana. Hal itu dikarenakan program social entrepreneurship yang diusung perusahaan-perusahaan di sana bisa dikatakan berhasil. Negara tersebut adalah Belgia, dan harapannya semoga Indonesia juga bisa mencapai keberhasilan yang sama seperti itu. 🙂

2Lalu bagaimana caranya menjalankan program social entrepreneurship ini di perusahaan atau organisasi kita? Yang pertama tentunya dengan mengidentifikasi permasalahan sosial yang ada di sekitar kita. Apa saja masalahnya, kemudian sesuaikan dengan passion perusahaan/organisasi. Then tentukan visi ke depannya dan bentuklah semangat berwirausaha di dalam perusahaan dan organisasi tersebut.

Ada tiga hal yang perlu dibangun dan dijaga ketika seseorang memutuskan untuk berwirausaha. Yang pertama adalah being prudent in every cent matterBerhati-hati dan tetap bersikap bijaksana dalam melakukan suatu hal di setiap situasi. Then, being open, agile, and flexible (innovative). Sebuah perusahaan atau organisasi yang berkembang, harus dapat terbuka pada setiap kesempatan dan mau melakukan inovasi. Untuk itulah di sebuah perusahaan sangat diperlukan adanya tim R&D (Research & Development) agar perusahaan tersebut dapat terus berkembang dan bersaing dengan perusahaan lain. Di dalam social entrepreneurship ini, sebuah perusahaan harus dapat melakukan inovasi secara rutin, agar program yang dijalani tidak monoton. Dan yang terakhir adalah being persistent. Apapun jenis usahanya, kegigihan akan menjadi penentu keberhasilan dari usaha tersebut.

Materi yang disampaikan oleh pak Mardi, memang singkat namun sangat menginspirasi semua peserta kelas yang datang. Antusiasme peserta juga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada pak Mardi. Tidak hanya seputar social entrepreneurship, namun juga tentang hal-hal lain yang berkaitan dengan dunia pekerjaan. Informasi-informasi bermanfaat dan inspiratif juga disampaikan pak Mardi dalam kesempatan kali itu, salah satunya tentang Coursera, sebuah lembaga yang menyediakan kelas gratis untuk semua orang di seluruh dunia. Kerennya lagi, kelas tersebut diisi oleh pengajar-pengajar profesional dari salah satu universitas ternama di dunia, Stanford University.

Wow! Benar-benar kelas yang sangat spesial! Materinya seru, pemateri yang keren, serta pesertanya yang sangat aktif dan antusias. Semoga di kelas-kelas berikutnya, Akber Pekanbaru dapat menghadirkan pemateri lain yang juga ga kalah keren dan inspiratif ya.

Two thumbs up untuk Akber Pekanbaru. Good job, guys! 🙂

547261_10202921569391398_1083236396_n

Foto bareng peserta kelas ketujuh Akber Pekanbaru 🙂

1526679_10202921568351372_587757004_n

Relawan Akber Pekanbaru bersama pak Mardi Wu dan L’Cheese Factory Management

All photos credit by Roni Azhar

Advertisements

One thought on “Special Class with Mardi Wu, CEO Nutrifood Indonesia

  1. Pingback: Kelas #7 Akber Pekanbaru with Mardi Wu | My Life, My Story

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s