Mengenal Social Entrepreneurship Bersama Mardi Wu

Akber Pekanbaru 3Terkejut ketika ringkasan saya dari kelas Akber #7 diminta Rendra untuk diposting di blog Akberpekanbaru Tentu saja dengan senang hati akan saya bagi ringkasan ini, tapi terlebih dulu harus diubah sedikit dengan menghilangkan beberapa bagian curhatan. Heheheee….

Meringkas event yang saya datangi di blog adalah kebiasaan saya, baik diminta penyelenggara maupun tidak. Tujuannya antara lain seperti ini, bisa dibagi ke banyak teman yang membutuhkan informasi dari event tersebut. Cara meringkasnya mudah kok, selama event kita simak baik-baik dan kita tweet poin-poin pentingnya. Jangan lupa mention penyelenggara dan pemberi materi sebagai semacam pemberitahuan tak resmi kalau kita menyimak dan membantu penyebaran event tersebut di media sosial. Selesai acara, tinggal dikembangkan kedalam sebuah artikel, dilengkapi dengan foto. Sekali lagi jangan lupa untuk menyebarkan url-nya melalui twitter serta mention penyelenggara dan pemberi materi.

Akber Pekanbaru #7

Akber adalah kelas untuk berbagi berbagai pengetahuan, keahlian dan pengalaman yang diselenggarakan secara swadaya. Ruangan yang digunakan merupakan donasi berbagai pihak, sedangkan pemateri atau disebut sebagai guru adalah relawan dari kalangan profesional. Karenanya, kelas ini gratis dan boleh diikuti siapapun juga. Kalau toh ada pendaftaran, itu semata-mata agar ruangan cukup nyaman bagi semua yang hadir.

Tanggal 18 Januari 2014 lalu, Akber Pekanbaru menggelar kelas ke 7 bertempat di L Cheese Factory. Tema yang diangkat adalah Social Entrepreneurship dengan guru Bapak Mardi Wu, CEO Nutrifood. Tentusaja ini tidak saya lewatkan. Meskipun jadi murid paling tua, saya cuek saja malam mingguan bersama anak-anak muda lain di L Cheese Factory.

Tema tersebut menarik bagi saya karena saya cukup aktif di media sosial sebagai admin Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan sering menyimak akun-akun yang berhubungan dengan social entrepreneurship. Meski masih secara pasif berpartisipasi jika akun-akun tersebut mengadakan event, saya yakin akan banyak pengetahuan yang bisa saya gunakan untuk diri saya sendiri maupun KEB.

Akber Pekanbaru 2Mardi Wu adalah putra Riau, tepatnya dari Bagansiapisiapi. Saya belum pernah kesana tapi ketika sekolah dulu, kata pak guru, Bagansiapiapi adalah pelabuhan penghasil ikan terbesar nusantara. Sekarang sudah tidak lagi karena sedimentasi dari sungai Rokan (Wikipedia). Namun begitu, sering terpana melihat foto-foto upacara bakar tongkar yang terkenal itu dari kamera teman saya. Terus terang agak heran juga seorang CEO bisa muncul dari daerah yang jauh dari perkotaan. Tapi akhirnya itu bisa dimengerti mendengar cerita kegigihan pak Mardi Wu dan orangtuanya yang sangat mengutamakan pendidikan, meskipun sang ayah lulusan SD. Kirain penampilan akan gimana gitu dengar gelar CEO-nya, ternyata nyantai dan ngepop seperti KPOP-er. 😀

Social Entrepreneurship

Menurut pak Mardi, social entrepreneurship adalah kemampuan untuk melihat peluang dari setiap kekacauan. Namun, peluang tersebut haruslah bernilai ekonomis. Bagi yang memiliki jiwa entrepreneur, setiap perubahan yang terjadi berarti terciptanya peluang-peluang baru. Saat ini, perubahan-perubahan banyak yang bisa dipantau sekaligus dilakukan melalui media sosial.

Banyak gerakan sosial yang digaungkan melalui media sosial. Seperti halnya KEB yang mengajak perempuan untuk melek internet dan berbagi pengetahuan kepada sesama perempuan melalui media tersebut sehingga mampu mencapai perempuan dimana saja. KEB dianggotai oleh perempuan yang berdomisili tersebar diseluruh dunia dari berbagai latar belakang, dari diplomat, pengusaha, profesional, penulis, ibu rumah tangga, hingga tenaga kerja wanita.

Social entrepreneurship disini adalah menggabungkan keduanya, yaitu gerakan sosial yang memiliki tujuan pasti dan mampu membiayai dirinya sendiri atau mandiri. Pak Mardi mencontohkan Bank Grameen yang didirikan Muhammad Yunus dan membuatnya mendapat Hadiah Nobel. Beliau memprakarsi kredit mikro tanpa agunan bagi kaum miskin.

Salah satu yang digarisbawahi oleh pak Mardi adalah dalam social entrepreneurship harus mampu memberdayaan pihak yang membutuhkan, lepas dari ketergantungan terhadap donatur, karenanya kegiatannya harus bernilai ekonomis. Sehingga intinya adalah usaha yang mampu memberi solusi terhadap masalah sosial.

Dengan demikian, dampak yang diharapkan dari berkembangnya social entrepreneurship adalah terbukanya lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi dan kontribusi terhadap solusi masalah sosial.

Peluang Social Entrepreneurship

Perusahaan yang semakin besar akan melakukan berbagai efiensi dan aturan yang semakin ketat untuk mengendalikan sinergi yang semakin kompleks. Kreativitas akhirnya mengalami berbagai stagnasi karena terbatasnya kebebasan berekspresi. Karena itu, banyak perusahaan yang dipecah atau melakukan kolaborasi.

Fakta tersebut merupakan peluang yang bisa ditangkap oleh usaha-usaha kecil yang berorientasi social entrepreneurship.  Yang diperlukan adalah kejelian, kreativitas dan kegigihan. Kegigihan adalah modal utama kesuksesan. Sekali dua kali gagal dalam usaha tidak boleh membuat kita menyerah. Tapi, pak Mardi menekankan harus ada manajemen resiko juga supaya tidak gagal terus-terusan atau kalaupun gagal tidak menghabiskan seluruh modal kita.

Pertanyaan Saya

Saya bertanya pada pak Mardi, bagaimana memelihara energi dalam sebuah komunitas agar bertahan di media sosial, terutama jika sedang naik daun. Sebenarnya ini pertanyaan yang membuat saya tak habis mengerti terhadap social entreprenuer tertentu, yaitu ketika teringat dengan ibu Titik Winarti dari Tiara Handycraft yang mempekerjakan para penyandang disabilitas, bahkan menampung karyawannya itu tinggal bersama-sama dirinya. Bukankah itu tanggung jawab yang menghabiskan energi luar biasa? Bagaimana seseorang mampu melakukan hal itu sedangkan saya sendiri sering merasa kelelahan meski tidak mengurus pihak yang membutuhkan secara langsung?

Menurut pak Mardi, yang utama adalah menentukan tujuan pasti terlebih dulu, apa yang benar-benar ingin dicapai diujung sana. Jangan mengumpulkan ini itu, baru berpikir akan dijadikan apa. Jika kita sudah mantap dengan tujuan tersebut, apapun yang kita lakukan akan terasa ringan dan ikhlas.

Akber Pekanbaru 1Silaturahim dan Tambah Teman
Acara seperti ini sering pula digunakan untuk networking, tapi bagi saya yang utama adalah berteman. Dari berteman bisa jadi apa saja. Jadilah di acara ini ketemu teman-teman dari Blogger Bertuah dan UKM, yang biasanya setelah acara berpencar lagi dengan kegiatan masing-masing. Selain itu, bisa berkenalan dengan pemilik L Cheese Factory yang sekarang sedang ngehits di Pekanbaru, ibu Lientje Siregar. Terima kasih tempat dan cheese cake-nya, ya Opung.

Untuk Akber Pekanbaru, terutama teman saya Liada Marta dan kepsek mbak Hesty Wulandari, semoga sukses dengan kelas-kelas berikutnya. Teman-teman yang ingin bergabung silakan follow akun twitter @AkberPekanbaru.

Pak Mardi bilang, calon karyawan yang paling disukai beliau adalah yang suka belajar dan bisa mengajar.

Berbagi bikin happy. Semangat! @lusitris – original Post –> Burselfwoman

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s