Child Sexual Abuse #PKU12

Kelas Keduabelas, Akademi Berbagi Pekanbaru membawakan tema tentang “CHILD SEXUAL ABUSE” kembali hadir di perpustakaan wilayah Soeman H.S Sabtu 17 mei 2014. Melihat kejadian belakangan ini di Indonesia tingginya kasus kekerasan seksual pada anak, sehingga kami para relawan memanfaatkan momentum ini untuk membahas dan berbagi dalam upaya pencegahan terjadinya kekerasan seksual pada anak, dengan menghadirkan pembicara yang sudah sangat senior di bidang “Biro Psikologi Humanika” yaitu Ibu Hj. Aidha Malika, S.psi. Msi.

pku12_aidaPada awal pembukaan kelas beliau menyarankan para peserta untuk menyamakan visi misi tentang tema “CHILD SEXUAL ABUSE” dengan begitu beliau mengarahkan ke pembahasan “Kekerasan Seksual pada anak “. Yang di maksud kekerasan seksual pada anak adalah apabila seseorang menggunakan anak untuk mendapat kenikmatan atau kepuasan seksual.

Seberapa pentingkah kita antusias terhadap bencana ini di karenakan beliau memberikan info data yang dirilis FBI di salah satu media lokal pekanbaru (Riau post 7 mei 2014) bahwa di asia Indonesia adalah Negara tertinggi dengan kurun waktu empat bulan terdapat 92 perkara dan lebih miris lagi kasus yang terbanyak adalah yang di tanggani Polda riau sebanyak 102 kasus di antaranya 25 kasus di pekanbaru, dan 20 kasus terjadi di Kampar (Riau post 8 mei 2014).

Dalam pembahasan ini beliau menceritakan beberapa aspek yang bisa menimbulkan hal tersebut bisa terjadi di lingkungan kita yaitu kecolonganya pihak pengasuh sehingga bisa terjadi tindakan tersebut baik itu pihak sekolah ataupun pihak keluarga, sedangkan menurut beliau kasus ini bisa minim terjadi apabila pendidikan orang tua ke anak dilakukan sesuai tahap dan kemampuan anak yang sedang berkembang sehingga anak tidak perlu mencari perhatian keluar.

Sederhana saja dalam kasus ini juga tidak bisa kita salahkan kepada si anak saja sebenarya anak mencontoh apa yang di ajarkan atau di lakukan oleh orang tua mereka sehari-hari. Apalagi belakangan ini maraknya penyebaran informasi yang tidak pantas kepada anak melalui media televisi, media cetak dan internet.

Di sela pembicaran beliau juga menyarankan perlu pengawasan yang sangat hati-hati dan cerdas pada anak supaya tidak terlalu risih, seperti memakai media internet secukupnya sebelum usia 12 tahun Karena di usia 12 tahun anak sudah bisa menerima penjelasan baik atau buruknya sesuatu bagi anak dan menberikan info tentang apa yang di tonton di media televisi itu tidak bermanfaat.

pku12_bannerPerlu juga kita tahu bahwa pelaku pedofilia tidak hanya orang dewasa saja tetapi pelaku anak –anak juga, baik itu orang yang di kenal di sekitarnya ataupun tidak dan melakukan dengan cara membujuk dan mengancam. Nah pembicara juga bercerita dampak yang bias terjadi pada pesikologis dan perilaku (ringan – berat dan jangka pendek – jangka panjang) seperti cemas dan susah tidur, rasa cemas yang tinggi sehingga bisa menyebabkan insomnia, narkoba.

Bagian yang mungkin akan kita khawatirkan ialah kenapa korban pedofilia bisa menjadi pelaku pedofilia juga, itu biasanya terjadi karena si pelaku belum punya banyak pertimbangan sebab akibat sehingga pelaku hanya bisa mencontoh hal yang pertama kali di berikan dan sangat berkesan dan membekas. Mungkin di sinilah perlunya kita mengetahui bagaimana mendidik anak di usia emas di mulai dari kegiatan sehari-hari di rumah.

Jika sudah terjadi pedofilia perlunya kita melakukan recovery dari kekerasan seksual pada pihak yang memang profesinal dalam menangani kasus seperti dengan mempertimbangkan faktor-faktor antara lain: usia anak, durasi / lama, frekwensi, derajat “kekerasan, derajat “kekuatan (force) dan intepretasi anak.

Dan pada akhir materi kelas pembicara mengingatkan apa yang perlu orang tua waspadai dan ajarkan ke pada anak kita supaya mereka bisa menghindar pada saat menghadapi keadaan kekerasan seksual di saat pengawasan dari orang tua dan guru tidak mengawasi. Berikut ini tips yang pembicara sampaikan:

  1. Jangan membiasakan anak untuk memeluk dan mencium orang lain
  2. Ajarkan anak pendidikan seksual dasar. Ajarkan mereka bahwa tidak seorang pun boleh menyentuh bagian pribadi mereka
  3. Bangun komunikasi yang kuat dengan anak. Dukung mereka untuk bertanya dan menceritakan pengalaman mereka.Jelaskan pentingnya melaporkan kekerasan pada orang dewasa yg terpercaya
  4. Ajarkan mereka keberanian untuk melawan orang yang akanmelakukan kekerasan terhadap mereka
  5. Kenali teman anak-anak kita dan keluarganya
  6. Ingatkan pada anak untuk tidak masuk ke dalam mobil (pergi) dengan orang lain tanpa izin dari kita
  7. Ajarkan pada anak bahwa tubuh mereka adalah milik mereka, jadi boleh mengatakan Tidak, bila mereka tidak mau dipeluk atau mengalami sentuhan yang membuat mereka tidak nyaman
  8. Perlu diingat : Seringkali pemaksaan secara fisik tidak perlu dilakukan oleh pelaku kekerasan seksual.karena anak percaya dan tergantung dan mau melakukan apa saja untuk mendapatkan persetujuan dan kasih sayang

Apakah kita akan diam dan membiarkan generasi muda yang akan menggantikan para pemimpin bangsa nanti menjadi generasi yang terbiarkan? Peserta Kelas #PKU12 adalah mereka yang hadir dan peduli serta siap menjadi pioneer untuk perlunya awareness bagaimana Child Sexual Abuse Ini tidak akan terjadi lagi, karena rekam seram di masa kecil karena ketidaktahuan akan terbawa hingga kedewasaanya.

#SAVEOURCHILDREN #STOPCHILDSEXUALABUSEPKU12

 

Penulis :
Relawan Akademi Berbagi PekanbaruFuad Ariwibowo untuk Kelas #pku12 “Child Sexual Abuse”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s