Yuk Belajar Public Speaking Praktis

Akademi Berbagi Pekanbaru ngadain kelas lagi. Ya.. ini merupakan kelas ketiga belas dengan tema “Public Speaking Praktis”. Narasumber kece kita merupakan salah satu penyiar di Bharabas FM, Bang Satria Utama Batubara.

posterKata Bang SaUt, Public Speaking adalah Kemampuan berbicara di depan khalayak ramai (publik). Dalam public speaking, kita harus menyampaikan apa yang kita ketahui kepada khalayak ramai yang latar belakangnya berbeda-beda. Tidak seperti ngobrol yang biasanya dilakukan dengan orang yang dikenal, public speaking terkadang harus dilakukan pada target yang belum kita kenal secara personal. Contoh pubic speaking seperti pidato, ceramah, presentasi, mengajar, memimpin rapat, membawakan/memandu acara.

Sebenarnya, penting gak sih belajar Public Speaking? Jawabannya PENTING BANGET. Karena, bagaimanapun pendiamnya kita, pada saat tertentu kita pasti harus berbicara didepan umum.

Sebelum kita praktek, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Secara umum ada 4 elemen dalam public speaking yaitu teknik vokal, kontak mata, gesture, dan ice breaking/humor.

Yang namanya public speaking, tentunya kita membutuhkan suara. Suara yang dikeluarkan public speaker pun jangan sampai meresahkan pendengarnya. Maksimalkan organ-organ yang terkait dalam mengeluarkan suara, seperti gigi, lidah, mulut, dan rahang. Dalam teknik vokal, kita harus memperhatikan hal-hal berikut :

  • Intonasi/nada suara, irama bicara, atau alunan nada dalam melafalkan kata-kata.
  • Aksentuasi/logat, dialek. Dalam acara-acara formal, public speaker disarankan berbicara dengan netral tanpa menggunakan logat. Namun, jika dalam acara kedaerahan, logat tidak masalah dipergunakan. Terkadang seseorang tidak sadar dirinya punya logat dalam berbicara. Untuk itu, cara jitu yang bisa dilakukan adalah merekam suara dan diperdengarkan kembali. Pilih orang yang bisa dijadikan acuan dalam berbahasa yang baik dan tiru cara bicaranya. Lakukan hal tersebut hingga logat berkurang bahkan hilang.
  • Kecepatan/tempo. Jangan bicara terlalu cepat, juga jangan terlalu lambat. Kecepatan dalam berbicara juga harus disesuaikan dengan tujuan pembicaraan dan momentnya. Misalnya, ketika kita mewakili kelas dalam menyampaikan belasungkawa, kita harus berbicara dengan perlahan-lahan.
  • Artikulasi, yaitu kejelasan pengucapan kata-kata; pelafalan kata.
  • Infleksi/lagu kalimat, perubahan nada suara; hindari pengucapan yang sama bagi setiap kata. Infleksi naik (go up) menunjukkan adanya lanjutan, menurun (go down) menuunjukkan akhir kalimat.

Elemen yang kedua adalah kontak mata. Kontak mata dalam public speaking akan membangun “hubungan batin” dengan audience. Pandang audience dengan pandangan hangat dan bersahabat. Hal ini akan menimbulkan kenyamanan audience dalam mendengarkan si public speaker.

Selanjutnya gesture. Gesture adalah gerakan seluruh anggota badan. Yang dimaksud dalam public speaking yaitu gerakan alami, spontan, wajar, tidak dibuat-buat, dan sesuai dengan kata-kata. Gerakan sangat diperlukan untuk menekankan poin penting pembicaraan. Namun harus diingat, jangan berlebihan. Less is more! Tidak perlu gerakan tubuh yang tidak bermakna atau tidak mendukung pembicaraan.

Dan yang terpenting bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dan tidak monoton. Humor adalah bumbu penyedap dalam public speaking. Teknik Humor antara lain:

  • Gunakan humor alamiah.
  • Jangan kebanyakan becanda. Anda bukan pelawak.
  • Gunakan hentian (pause) sekadar memberikan kesempatan kepada pendengar untuk tertawa.
  • Hindari humor berbau sara/diskriminatif/yang sudah terlalu umum.

Setelah memahami elemen dalam public speaking, hal yang tidak kalah penting adalah PERSIAPAN. Kunci sukses public speaking adalah PERSIAPAN, selain LATIHAN! Hal yang bisa dilakukan diantaranya :

  • Siapkan materi, catat poin penting (outline/garis besar), siapkan “contekan” jika ada materi yang sulit dihafal (sepeti angka atau istilah asing).
  • Minimal sejam sebelum tampil, jangan konsumsi makanan/minuman yang berminyak dan manis-manis. Minum “air bening” saja.
  • Datang lebih awal ke lokasi. Kenali panitia dan beberapa hadirin. Kenali pula ruangan, lihat sekeliling, sudut-sudutnya, dekorasinya, posisi podium, posisi “orang penting”, dsb.
  • TOILET PRACTICE.
  • Sempatkan ke toilet, buang air, berkaca, sisir rambut, rapikan busana, “senam mulut” dan relaksasi.

Ada tips kalo setelah persiapan kita masih gugup

  • Lakukan relaksasi sebelum tampil.
  • Usahakan atau cari peluang untuk bisa tertawa lepas sebelum tampil.
  • Tarik napas yang dalam, keluarkan lewat mulut.
  • Jika gugup terjadi saat Public Speaking berlangsung, perlambat pembicaan, dan “curi waktu” untuk menarik napas.
  • Jangan tatap mata hadirin, tapi lihat atas kepala mereka.
  • Banyak latihan.
  • Kuasai materi “sekuasa-kuasanya”, pelajari sampai paham betul, mendalam, sehingga kita merasa yakin, kitalah yang paling menguasa materi/topik/tema pembicaraan saat itu.

Dengan persiapan yang matang dan latihan terus-menerus, kita jadi percaya diri untuk melakukan public speaking. Jangan takut salah ya guys, yang penting berani mencoba, karena semua hal ada prosesnya. Itu dia sekilas tentang kelas “Public Speaking Praktis” dari Akber Pekanbaru. Yuk, kita terapkan ilmunya, sukses Akberians ^^

2 3

 

 

 

 

 

 

Penulis : Relawan Akber Pekanbaru –> Meity , Live Tweet please search with keywords ” #pku13″
Ditulis untuk Review Kelas #pku13 ” Public Speaking Praktis”, Berbagi Bikin Happy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s