Dokumentasi Tradisi, Bayu Winata #PKU14 [1]

Bulan puasa bukan halangan untuk menjalankan aktivitas. Seperti biasa, relawan Akber Pekanbaru tetap semangat ngadain kelas dengan tema yang menarik dan bermanfaat untuk kita semua. Kelas akber ke-14 mengangkat tema Dokumentasi Budaya. Kelas kali ini juga sekaligus jadi ngabuburit asik buat akberians di Pekanbaru, bertempat di pendopo Taman Kota. Mendatangkan seorang travel photographer yang pastinya bikin sharing lebih seru. Bayu Made Winata, travel photographer yang tulisan dan fotonya telah diterbitkan diberbagai majalah. Sebelum jeprat-jepret, selfie, atau foto objek lebih lanjut, simak materi berikut ini dulu ya guys.

Fotografi adalah seni melukis dengan cahaya (Wikipedia). Dalam hampir 200 tahun, perkembangannya terjadi secara pesat. Ada Street photography, fashion photography, product photography, foto jurnalistik, wild life photography dan sebagainya. Masing masing pemahaman ini berpisah dan membentuk bagian-bagian kecil. Salah satu bagian tersebut adalah travel photography.

1Travel photography adalah bagian dari foto jurnalistik karena menampilkan fakta dan cerita. Jika mau lebih spesifik lagi, dapat dikatakan sama seperti foto dokumentri, karena sifat nya yang mendokumentasikan berdasarkan prinsip 5W+1H dalam paham jurnalistik. Yang sedikit berbeda di bandingkan dengan foto jurnalistik adalah dalam travel photography nilai beritanya bersifat tahunan, bukan harian atau bulanan. Tahunan ini maksudnya seperti saat kita memotret festival adat, sampai tahun depan saat festival adat itu diadakan kembali nilai dari foto ini masih ada.

Didalam travel foto, komposisi memegang salah satu peranan penting selain tulisan dan keindahan foto itu sendiri. Ada delapan komposisi dasar yang selalu digunakan. Komposisi dasar itu meliputi pola, garis, bayangan, refleksi, freeze, warna, slow speed, dan framing. Ke delapan komposisi dasar ini di susun menjadi suatu rangkaian foto. Selain delapan elemen dasar didalam pembuatan suatu rangkaian photo traveling, terdapat sebuah formula dari LIFE – majalah berita foto populer di Amerika, yang dikenal dengan sebutan EDFAT. EDFAT merupakan gabungan dari:

  1. Entire ( Sudut Lebar ) : foto keseluruhan
  2. Detail : bagian-bagian tertentu
  3. Framing : bingkai
  4. Angle atau sudut pengambilan gambar, angle ini terdiri dari Low angel, eye level (sejajar dengan mata), dan high level.
  5. Timing, atau bagi kita di sebut dengan momen. Timing tidak bisa dipaksakan.

Gabungan dari EDFAT dan ditambah delapan komposisi dasar bisa membuat foto kita menjadi lebih menarik. Selain teknik, imajinasi tak kalah penting. Jangan terlalu fokus pada teknik namun lupa imajinasi. Padahal pada hakikatnya, fotografi itu melukis dengan cahaya yang sangat membutuhkan kreatifitas. Masing-masing orang beda asumsi dalam menciptakan sebuah foto. Fotografi itu ilmu praktek, jadi sangat disarankan untuk pandai-pandai dalam melatih diri.

            Travel photography juga memiliki sub bagian tersendiri. Ada yang menamakan architecture photography, city scape photography, land scape photography, rural photography, dan culture photography. Masing-masing paham ini hanya menekankan spesialisasi dari sang fotografer. Sesuai dengan tema kelas akber yaitu Dokumentasi Budaya, pembahasan selanjutnya akan fokus ke culture photography. Lanjut guys.

To Be Continued :
Written By Relawan Akber Pekanbaru : Meity Intan Suryadi –> @meityintan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s