Coffee and Community – #Pku20 With Krema Koffie

Selasa, 23 Desember 2014 jam 7 malam merupakan kelas keduapuluh #pku20 yang merupakan kelas akhir tahun AkberPekanbaru. Tema yang kita angkat yaitu ‘’Coffee & Community” cukup ringan untuk penutup tahun yang diadakan di Coffee Shop ternama di Pekanbaru, tempat relawan meeting dan nongkrong juga yaitu KremaKofie.
Pembicara di kelas #pku20 biasa kita panggil “Ko Herman” yang merupakan owner dari KremaKofie sekaligus barista di coffee shop nya.

bannerSaat ini kopi menjadi salah satu minuman favorit banyak orang apalagi berbicara tentang Sumatra yang memang ada kedekatan budaya berkumpul dan NGOPI. Adanya kopi itu sudah lama, namun saat ini menu kopi mempunyai banyak variasi. Jenis-jenis kopi yang beragam menjadikan kita tidak tahun, termasuk juga para relawan yang sering nongkrong ditempat ini.

Kopi Ternyata pertama kali ditemukan di Ethiopia, Ada 4 jenis macam kopi, yaitu Liberica, Excelsa, Arabica dan Robusta. Namun di Indonesia jenis kopi yang paling dikenal hanya dua, yaitu Arabica dan Robusta. Adapun presentase masyarakat menggunakan jenis kopi adalah Arabica 70% dan Robusta 30%. Untuk membedakan antara kedua jenis kopi ini, kita bisa membedakannya dari baunya saja. Karena jenis kopi Arabica akan memiliki bau yang lebih tajam dari Robusta.

Robusta memiliki tingkat kafein lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan Arabica. Biasanya kopi Arabica banyak digunakana sebagai base atau bahan dasar dari espresso. Ukuran yang wajar kita minum kopi jenis Robusta ini sehari cukup dua gelas saja atau lebih kurang setitar 600ml perharinya. Karna kalau berlebihan tidak baik untuk kesehatan tentunya, Nah itu jenis-jenis kopi yang di jelasin Ko Herman.

Kita Bayangin keseruan kelas kalo ada sesi praktek langsung Bikin ESPRESSO? “Ko Herman” Ngajakin Akberians seru-seruan.Sekarang kita di ajakin Ko Herman langsung bikin Espresso. Waaahhh asik banget kan? Bisa belajar langsung dipraketin

  1. Biji kopi di hancurkan dulu menggunakan grinder.
  2. Biji kopi yang sudah dihancurkan di stamping menggunakan Polta Filter
  3. Proses stamping
  4. Setelah melalui proses stamping kopi siap untuk di proses kembali untuk disajikan.

Begitulah cara pembuatan espresso ternyata teman2. Tidak susah asal punya alatnya :D. Dan banyak juga yang baru tahu kalo Espresso itu PAHIT seperti Getirnya gagal moveon ditinggal mantan (pahit karena tidak tahu espresso adalah sari murni kopi). Karena ternyata espresso merupakan kopi yang disajikan dari biji kopi yang dihancurkan tanpa gula, susu ataupun pemanis lainnya. Kalau espresso dicampur susu, itu namanya sudah bukan espresso lagi tapi Capucino

Selain ngebahas tentang kopi dans ejarah serta cerita menariknya, kita juga ngebahas tentang tempat nongkrong yang menjamur dipekanbaru dan gimana sih caranya biar ga jadi generasi kurang update? kita mulai dari perbedaan |Coffee Shop| | Cafe | | Kopitiam| | Warkop |.

Coffee shop merupakan tempat yang lebih banyak untuk orang bersosialisasi. Pengunjung datang bisa langsung mesan di bar kopi apa yang dia inginkan. Sambil menunggu pesananannya datang, pengunjung bisa ngobrol asik dengan pengunjung disebelahnya. Bahkan Banyak juga pengunjung bisa ngobrol asik bareng barista yang ada di coffee chop tersebut. Selain itu, yang sangat perlu diketahui adalah bahwa coffee shop menu utamanya hanya menyediakan kopi. Adapun makanan yang disediakan hanya berupa pastry atau makanan ringan seperti kentang goreng.

Kalau di café, pengunjung datang duduk, mesan di mejanya. Dan pengunjung di café kebanyakan ngumpul ya sesama kelompoknya. Lalu kopitiam, kedai kopi juga. Tapi kebanyakan yang punya chinese. Warkop? Yaa warung kopi juga pastinya hehehe 😀

Kalau di café, rata – rata pemilik café inging konsumennya datang cepat – cepat selesai dengan menunya dan datang konsumen yang baru. Selain itu, di café juga kebanyakan menggunakan yang namanya “Perbassing”. Perbassing? Apa itu? Perbassing adalah istilah yang digunakan untuk waiters atau pelayan yang suka nanyain “Mas/Mbak piring kosongnya sudah boleh kita angkat?” atau “Mas/Mbak ada menu tambahan lagi?” hal tersebut membuat si konsumen tersebut menjadi tidak nyaman dan cepat – cepat ingin pergi. Beda dengan coffee shop.

Coffee shop tidak mengenal istilah Perbassing. Konsumen bebas berlama – lama menikmati kopinya sambil ngobrol asik. Itulah yang paling membedakan coffee shop dengan café, kopitiam, warkop atau kedai kopi lainnya. Yang membuat kebanyakan komunitas lebih suka nongkrong di coffee shop ketimbang yg lainnya. Karena mereka mendapat kenyamanannya disana, coffee shop.

pku20keren

Foto bersama relawan, relawan guru & peserta kelas #pku20. Berbagi emang bikin Happy.

JOIN US as Volunteer at AKADEMI BERBAGI PEKANBARU – Click and Join our Happiness – https://akberpekanbaru.wordpress.com/daftar-relawan/

Credit for Posting #Pku20  – Nurvina Agustin and Dian Arantha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s