Arsitek Sebagai Partner – #Pku24

Hari Sabtu tanggal 18 April 2015, hari yang selalu kami tunggu sebagai pasangan Relawan Akberpekanbaru ( Mulai Ngebiasain Nih Nyebut Akberpekanbaru bukan lagi Akademi Berbagi Pekanbaru), Yak Kelas Akberpekanbaru.
Kelas ini sudah keduapuluh empat aja dunk dan sebanyak itu juga kami bersama didalam relawan berbagi bikin happy. Karena selalu ada keriaan dan kesenangan ketika harus menyiapkan kelas akberpekanbaru untuk Akberians.
arsitekbannerKelas kali ini gurunya adalah seorang penggerak di komunitas Nongkrong Bareng Arsitek, Bang Parlin atau nama lengkapnya Parlindungan ravelino. Mengambil Judul “Arsitek Sebagai Partner” pada kelas ini akan menjelaskan sebuah pragmatisme yang telah lama dilakukan seorang arsitek namun tidak populer terinformasikan kepada masyarakata sehingga yang muncul adalah persepsi kurang baik tentang seorang arsitek arsitek itu pekerjaan mahal, lama, tukang gambar, idealis dan tidak bisa diskusi alias egoisnya tinggi alias perfeksionis .
Masyarakat tidak bisa disalahkan dengan munculnya persepsi tersebut karena dari mereka yang mempunyai profesi arsitek sendiri kurang memperkenalkan profesi mereka kepada masyarakat yang notabene adalah klien mereka.
Seorang arsitek itu tukang ngobrol lho alias seneng ngobrol dan cenderung cerewet karena Komunikasi antara arsitek dan klien menjadi point penting dan ujung tombak paling dekat, paling efektif untuk menyamakan “bahasa” arsitektur kepada masyarakat sebagai customer bisa mengerti dan apa yang menjadi keinginan customer dapat diterjemahkan secara keilmuan oleh arsitek dan diterjemahkan dalam penjelasan yang masuk akan baik secara budget, keilmuan dan relaita lapangan.
Lebih jauh bang Parlin berharap pelan-pelan masyarakat bisa lebih dekat dengan bahasa dan istilah2 dunia arsitektur. Nantinya diharapkan dengan komunikasi yang baik,  arsitektur tidak lagi dianggap “asing”. Arsitek itu teman kerja, teman diskusi dan teman sharing dalam batas2an tertentu yang sudah disepakati bersama.  Arsitek adalah orang yang diharapkan bisa menerjemahkan “impian”, “angan-angan”, “imajinasi” masyarakat ke dalam bentuk gambar dan ke dalam bentuk bangunan jadi. Arsitek diwajibkan memberikan hal2 ideal kepada klien , agar desain bisa tercipta mendekati kesempurnaan versi arsitek dan klien.

Seorang Arsitek memiliki cerita yang menjadi warna dalam perjalanan karir dan profesinya mengingat dalam sebuah milestone pekerjaan mereka sebenarnya melalui proses  –> Survey lokasi –> wawancara klien–> Analisa data –> Desain —>Presentasi & Asistensi–> Revisi–> Produksi gambar kerja –> Perhitungan RAB –> Pengawasan berkala

Jadi untuk yang selama ini kurang mengerti atau mempunyai persepsi tentang seorang Arsitek mudah-mudahan bisa menambah referensi tentang Apa itu Arsitek dan kerjaan yang dilakukan sehingga kita sebagai peserta kelas Akberpekanbaru minimal menjadi “Duta Arsitek Sebagai Partner” mengerti bahwa mereka bukan seperti yang terstigmakan.

Original Posting : Peninta.ComAuthor : Rendra Kurniawan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s