Kelas #pku39: Tembus Wawancara Kerja dan CV Memikat

Hi Akberian!

Ada yang baru lulus kuliah dan mau cari pekerjaan? Ada yang masih kuliah tapi mau cari kerja? Ada yang udah kerja tapi minat ngelamar pekerjaan lain? Atau Akberian udah masukin lowongan pekerjaan kesana-kemari tapi gak jebol juga? Pas banget! Akademi Berbagi Pekanbaru mengadakan kelas #pku39 tentang bagaimana tembus wawancara kerja dan membuat CV memikat. Bersama Pak Iban S. Safwan, seorang psikolog yang juga merupakan People Development Specialist Chevron Indonesia. Untuk venuenya kita meminjam tempat Spot Koffie di Jalan Sudirman. Di awal slide, Pak Iban menulis kutipan yang inspiratif Akberian.

Kita semua adalah pemimpin,

bagi diri kita, bagi impian, cita-cita kita,

dan bagi orang lain

yang menautkan harapannya pada kita

untuk kehidupan dan masa depan yang lebih baik

Apa yang menentukan masa depan ?

persiapan-kelas(Suasanan kelas sebelum diisi dengan materi dari Pak Iban)

 

Pertama minat. Minat menyumbang 5% menentukan masa depan. Kedua kemampuan 30%, karena kemampuan yang Akberian miliki adalah hal yang bisa dipakai untuk ‘menjual’ diri. Ketiga, karakter sebanyak 65%. Karena itu pahami karakter diri sendiri agar lebih baik dan pahami tujuan Akberian mau kemana. Banyak orang yang belum punya tujuan hidup karena tidak paham dengan karakter dirinya sendiri. Hal ini berkaitan dengan bidang pekerjaan sebagai bagian dari hidup. Ada kalanya para pekerja tidak mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Pencari kerja pun masih kebingungan dengan apa yang perlu disiapkan untuk mendapatkan pekerjaan impian. Berikut hal yang perlu Akberian persiapkan untuk melamar kerja dan tips tembus interview.

  1. Curriculum Vitae

CV atau curriculum vitae merupakan salah satu dokumen yang wajib ada untuk melamar pekerjaan. CV merupakan sebuah dokumen hidup yang menggambarkan diri, merangkum pengalaman dan perjalanan hidup secara sistematis, dan hal-hal yang sedang dan telah diraih, untuk keperluan komunikasi, baik karir maupun lainnya. CV juga bisa memuat informasi unik seperti hobi, keterampilan, penghargaan, dan lain-lain sebagai referensi penting untuk interview yang mudah dikomunikasikan. Ternyata, apapun yang pernah dilakukan sepanjang hidup ini adalah pengalaman yang menentukan diri Akberian.

Selain CV, ada proses atau media lain yang digunakan untuk memperkenalkan diri Akberian kepada pihak recruiter, diantaranya Kartu Nama, hanya mencantumkan informasi singkat; Assessment Psikologi; dan Interview.

Setelah menyinggung sedikit tentang pengertian CV, Pak Iban juga memberi tips bagaimana membuat POWERFULL CURRICULUM VITAE.

Isi Curriculum Vitae diantaranya:

  • Profil Singkat
  • Pendidikan
  • Pengalaman Kerja
  • Penghargaan
  • Organisasi
  • Sertifikasi /Training
  • Skill/Kompetensi
  • Minat/Bakat
  • Hal-hal khusus (terkait target pekerjaan)
  • Gambaran Diri

Pola/Format Penulisan

  1. Mulai dari yang paling dibutuhkan oleh pemberi kerja/audience
  2. Mulai dari yang paling terakhir Akberian capai
  3. Mulai dari yang paling besar (deduktif-induktif)
  4. Bagian akhir adalah hal-hal yang sifatnya personal, pendukung, sekunder, namun menambah manfaat/nilai (Add Value): Hobi, kemampuan khusus diluar target, dan lain-lain.

Desain CV

  • Photo

Efek foto dalam Social Psychology disebut dengan Hallo Effect : Kesan pertama menentukan kesan berikutnya. Jadi jangan asal masukin foto ya Akberian. Pilih foto dengan ekspresi menyenangkan dan bisa membuat tertarik recruiter untuk mengenal Akberian lebih jauh.

  • Desain/Layout

Tidak ada aturan baku mengenai desain CV, tetapi bisa Akberian sesuaikan dengan bidang pekerjaan yang diminati.

Jenis Informasi

Informasi apa saja yang ingin Akberian bagi?

  • Kepada siapa CV akan Akberian berikan?
  • Untuk keperluan apa CV ini Akberian berikan?

Seberapa detil informasi yang harus Akberian bagi?

  • Apakah cukup nama lembaga, tahun, peran/jabatan, atau juga harus detil apa yang Akberian lakukan?

Seberapa jauh sejarah yang harus Akberian tuliskan?

  • Apakah harus sekolah TK dan Playgroup?
  • Dimana batasnya?

Pak Iban menegaskan bahwa, bagian terpenting dari sebuah CV bukanlah isi, format, foto, dan desainnya, tapi Diri yang Akberian bangun dari perjalanan panjang hidup penuh perjuangan, penuh pelajaran. Sebisa mungkin usahakan yang membaca CV juga merasakan perjuangan yang telah Akberian lalui untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai.

Kekuatan Terbesar dari sebuah CV, lagi-lagi bukanlah isi, format, foto, dan desainnya, tapi Kemampuan dan keinginan Akberian membangun hubungan dengan orang lain dan mengkomunikasikan visi dan misi Akberian.

  1. Interview

Saat Mempersiapkan Diri

  • Melatih diri untuk berbicara secara teratur.
  • Mengumpulkan pengalaman-pengalaman penting dalam hidup.

Pengalaman dimaksud adalah pengalaman yang dapat Akberian pahami dan mengambil pelajaran dari segala proses yang terjadi.

  • Mempelajari dan mencari informasi tentang pekerjaan yang dimaksud.
  • Berdiskusi mengenai cara terbaik menghadapi interview dengan ahlinya.

Seiring perkembangan zaman, metode interview juga bisa berbeda sesuai kebutuhan. Bisa sambil nongkrong di kafe, ngobrol santai, dan sebagainya. Banyak cara yang bisa dilakukan perusahaan atau recruiter untuk mengetahui karakter lebih dalam dari si interviewer.

Di Ruang Tunggu

Bukan hanya untuk menunggu waktu giliran semata Akberian, ruang tunggu sebenarnya sangat informatif. Di ruang tunggu Akberian bisa meredam stress dan gugup, menaksir kekuatan kompetitor, bahkan membangun hubungan yang baik. Tidak menutup kemungkinan kompetitor Akberian bisa menjadi rekan kerja dimasa yang akan datang. So, jalin hubungan baik.

BEI (Behavior Event Interview)

  • Sebuah proses wawancara yang terstruktur dan positif.
  • BEI fokus pada penggalian informasi mengenai pengalaman masa lalu kandidat yang “NYATA” berdasarkan aspek.
  • Asumsi dasar: Orang cenderung mengulangi perilaku dengan pola yang sama/mirip dalam situasi yang sama.
  • Pertanyaan dalam bentuk open-ended
  • Struktur pertanyaan BEI menggunakan STAR model (Situation, Task, Action, Result)

Prinsip BEI

  • Aspek dan tujuan interview yang jelas
  • Adult Process (bukan interogasi)
  • Pendekatan Positif
  • Fokus pada “Saya” (Bukan Kami/Kita)
  • Diskusi, Tanya-Jawab, berdasarkan pengalaman nyata bukan konsep.
  • Open-Ended Question Model. Pertanyaan dengan model Ya-Tidak hanya berfungsi sebagai konfirmasi.
  • “Bukan Wawancara” tapi “Obrolan”

pak-iban (Pak Iban menyampaikan materi yang banyak dicari joobseeker 🙂 )

Nah, itu dia tips dari Pak Iban bagaimana tembus wawancara kerja dan membuat CV memikat. Terima kasih kepada Pak Iban yang telah berbagi ilmu dan pengalamannya serta kepada peserta kelas #pku39 yang hadir. Semoga bermanfaat. Cek terus twitter @akberpekanbaru untuk info kelas berikutnya dan bagi yang sudah ikut 2x kelas, bisa banget daftar jadi relawan. Berbagi bikin happy!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s