#PKU38: Hyper Defence bersama M Iskandar Ishud

Hi Akberian.! How are you all, guys? Semoga tetap berada dalam kondisi yang sehat dan prima, yah. Karena pepatah lama mengatakan di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang juga sehat. Akber Pekanbaru kembali lagi nih. Kali ini Akber Pekanbaru mengadakan kelas ke-38 dan mengambil tema beladiri. Kenapa bela diri? Rawankah Pekanbaru sehingga perlu mempersenjatai diri dengan ilmu bela diri? Tentu tidak. Karena bela diri tidak hanya sebatas pukulan dan tendangan, tetapi tentang gaya hidup, kesehatan, pengendalian diri dan mentalitas.

Kelas #pku38 kali ini, kita memberi judul “Hyperdefence” dengan guru kelas seorang praktisi beladiri Brazilian Jiu Jutsu yang bernama M Iskandar Ishut. Untuk tempatnya, Sop Duren-Duren sekali lagi menjadi relawan tempat yang menyediakan tempat untuk keberlangsungan kelas.

hyper-self-defence (persiapan kelas sebelum guru memberikan materi)

Di kelas ini, Iskandar menjelaskan kepada peserta mengenai tehnik-tehnik dasar dan praktis untuk membela diri. Tehnik ini tentunya tehnik sederhana yang bisa dipraktikan siapa saja, baik pria maupun wanita. Karena untuk tehnik yang advance perlu waktu lama untuk mempelajarunya.

Sebelum lebih lanjut melangkah, mari kita simak dulu penjelasan Iskandar kenapa harus bisa mempraktikan ilmu beladiri.

  • Alasan utama kenapa harus bisa beladiri adalah kondisi lingkungan saat ini. Tidak bisa dipungkiri persoalan keamanan masih menjadi masalah saat ini. Walaupun sebisa mungkin  dihindari, tapi jika terjadi tindak kekerasan kepada kita, kita mesti bersiap diri. Karena di jalan, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi.
  • Alasan selanjutnya bisa karena kesehatan. Karena dengan  membiasakan diri beraktifitas fisik akan membuat tubuh sehat dan pikiran rileks.

Nah, bagaiamana ketika situasi tindak kekerasan terjadi pada diri kita? Apa saja yang perlu dilakukan? Iskandar menyampaikan yang pertama yang perlu dilakukan adalah tetap tenang dan tidak panik. Setelah kita bisa menguasai diri agar tetap tenang, langkah selanjutnya yakni observasi. Perhatikan penyerang dan juga lingkungan sekitar secara visual.

“Visual adalah pertahanan pertama. Memperhatikan ancaman bahaya, menghindar atau bertahan”

Poin ini lah yang terpenting sebelum pembelaaan diri secara fisik dilakukan. Jika memungkinan kontak fisik untuk dihindari, lebih baik dihindari. Beberapa faktor yang perlu dihindari seperti penyerang bersenjata, berjumlah lebih dari satu orang, atau kondisi diri tidak memungkinkan untuk bertahan. Pada kondisi seperti ini lebih baik menghindari kontak fisik.

Akan tetapi jika kondisi memungkinkan untuk bertahan, seperti situasi berimbang, memiliki alat yang bisa dijadikan senjata, dan menghindar tidak bisa dihindari, maka beladiri bisa dilakukan. Untuk praktik beladirinya disarankan untuk menggunakan apapun yang bisa melumpuhkan penyerang. Khususnya untuk wanita, bisa menggunakan apapun yang ada dan biasa dibawa. Seperti hak sepatu, kunci, gagang sisir, dan alat lainnya yang cukup keras bisa dijadikan senjata untuk melumpuhkan sementara penyerang. Setelah berhasil melumpuhkan lawan dengan menyerang beberap titik vital, seperti wajah, leher, atau bagian kemaluan, disarankan untuk meminta bantuan pertolongan.

hyper-self-defence3 (Untuk melepaskan kuncuan di leher, pusatkan titik berat kamu ke depan. Sehingga penyerang akan kesulitan menahan bobot berat badan kamu)

Beberapa tehnik dasar juga bisa dipelajari seperti melepaskan kuncian, rangkulan, cengkraman dan beberapa lainnya. Tehni ini cukup sederhana dan bisa dipelajari dalam waktu relatif singkat.

Beberapa tips yang dibagikan oleh Iskandar dalam kelas yang cukup mudah dipraktikan:

  • Jika terjadi tarik menarik tas pada saat dijambret, buka isi tas sehingga barang yang berserak mengalihkan peratian penyerang,
  • Jika terjatuh, jauhkan kepala anda sebisa mungkin dari jangkauan penyerang. Jangan punggungi penyerang,
  • Dalam kondisi darurat, jangan ragu untuk memberikan serangan ke penyerang di bagian vital. Keselamatan diri jadi prioritas,
  • hindari menyerang di bagian yang cukup keras, seperi puncak kepala, pangkal lengan, dada, dan punggung. Pusatkan serangan di titik yang menjadi kelemahan.
  • Jangan mencoba untuk melawan penyerang bersenjata tajam, apalagi senjata api.
  • Menghindari kontak fisik jadi prioritas utama.

Demikian report kelas kita di kelas #pku38 yaa. Semoga bermanfaat. Salam Akademi Berbagi, Berbagi bikin happyyyy..!!

hyper-self-defence2(selalu waspada dan antisipasi serangan penyerang)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s